BAB I
PENDAHULUAN
- LATAR BELAKANG MASALAH
Nabi Muhammad SAW adalah seorang rasul yang diutus pada saat terjadi kebobrokan akhlak, Allah SWT sengaja mengutus nabi Muhammad SAW adalah untuk menyempurnakan akhlak, sebagaimana hadits nabi yang diriwayatkan oleh ahmad, rasulullah bersabda:
إِنَما بعثت لأتمم صالح الأخلاق
Artinya :
Sesungguhnya Aku diutus untuk menyempurnakan akhlak. [2]
|
ادْعُ إِلَى سَبِيلِ رَبِّكَ بِالْحِكْمَةِ وَالْمَوْعِظَةِ الْحَسَنَةِ وَجَادِلْهُمْ بِالَّتِي هِيَ أَحْسَنُ
إِنَّ رَبَّكَ هُوَ أَعْلَمُ بِمَنْ ضَلَّ عَنْ سَبِيلِهِ وَهُوَ أَعْلَمُ بِالْمُهْتَدِينَ
“Serulah (manusia) kepada jalan Tuhanmu dengan hikmah dan pelajaran yang baik dan bantahlah mereka dengan cara yang baik. Sesungguhnya Tuhanmu dialah yang lebih mengetahui tentang siapa yang tersesat dari jalan-Nya dan dialah yang lebih mengetahui orang-orang yang mendapat petunjuk.”[4]
Manusia dilahirkan dalam keadaan suci dan bersih, dalam keadaan seperti ini manusia akan mudah menerima kebaikan atau keburukan. Karena pada dasarnya manusia mempunyai potensi untuk menerima kebaikan atau keburukan hal ini dijelaskan Allah, sebagai berikut:<more…>
وَنَفْسٍ وَمَا سَوَّاهَا فَأَلْهَمَهَا فُجُورَهَا وَتَقْوَاهَا قَدْ أَفْلَحَ مَنْ زَكَّاهَا وَقَدْ خَابَ مَنْ دَسَّاهَا
”Dan jiwa serta penyempurnaannya (ciptaannya), Maka Allah mengilhamkan kepada jiwa itu (jalan) kefasikan dan ketakwaannya. Sungguh beruntunglah orang yang mensucikan jiwa itu, Dan sungguh merugilah orang yang mengotorinya.[5]
Ayat tersebut mengindikasikan bahwa manusia mempunyai kesempatan sama untuk membentuk akhlaknya, apakah dengan pembiasaan yang baik atau dengan pembiasaan yang buruk. Pembiasaan yang dilakukan sejak dini/sejak kecil akan membawa kegemaran dan kebiasaan tersebut menjadi semacam kebiasaan sehingga menjadi bagian tidak terpisahkan dari kepribadiannya. Al-Ghazali mengatakan:
” Anak adalah amanah orang tuanya, hatinya yang bersih adalah permata berharga nan murni, yang kosong dari setiap tulisan dan gambar. Hati itu siap menerima setiap tulisan dan cenderung pada setiap yang ia inginkan. Oleh karena itu, jika dibiasakan mengerjakan yang baik, lalu tumbuh di atas kebaikan itu maka bahagialah ia didunia dan akhirat, orang tuanya pun mendapat pahala bersama.”[6]
Akan tetapi dalam perjalanannya, akhlak menjadi hanya sekedar adab atau tatakrama saja. Akhlak kehilangan substansi filosofisnya. Tidak heran jika saat ini, moralitas umat Islam Indonesia mengalami krisis akut. Akibatnya, keshalihan ritual seringkali tidak berkorelasi positif dengan keshalihan sosial. Padahal, akhlak merupakan ujung tombak agama. Inilah saatnya untuk menghidupkan akhlak kembali.
Dengan banyaknya prilaku yang kurang baik dalam kehidupan bermasyarakat dan juga kehidupan anak-anak didik kita yang semakin tidak terkontrol dan bisa menyebabkan sebuah problematika yang baru dalam kehidupan dan tingkah laku anak didik yang suatu saat akan semakin rusak, banyaknya perilaku yang kurang baik pada jiwa anak membuat penulis ingin melakukan sebuah penelitian di Madrasah Ibtidaiyah Matlaul Falah Desa Waykalam Kecamatan penengahan kabupaten lampung Selatan Propinsi Lampung.
Berdasarkan penelitian pendahuluan, ternyata dijumpai Efektivitas Pembelajaran Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah Matlaul Falah Desa Waykalam Kecamatan penengahan kabupaten lampung Selatan Propinsi Lampung. masih rendah, hal ini banyak disebabkan kurangnya kedisiplinan dari pada Guru, kedisiplinan siswa-siswinya, sarana dan prasarana yang terbatas, dukungan orang tua yang masih rendah, kondisi lingkungan yang kurang mendukung, dll.
Kurangnya dorongan semangat untuk belajar dari siswa dan siswi di Madrasah Ibtidaiyah Matlaul Falah Desa Waykalam Kecamatan penengahan kabupaten lampung Selatan Propinsi Lampung dalam hal belajar Akhlak, berpengaruh besar terhadap keberhasilan dalam proses belajar mengajar, akibatnya para guru dalam melakukan pembelajaran menjadi kurang efektif. Dampaknya guru-guru menjadi enggan untuk memberikan materi mengajar, dan hanya memberi tugas-tugas kepada muridnya. Hal ini dapat melemahkan dari pada sebuah keberhasilan dalam belajar yang tentunya akan mempengaruhi efektivitas belajar di sekolah tersebut. Akibatnya efektivitas dari pembelajaran Akhlak Madrasah Ibtidaiyah Matlaul Falah Desa Waykalam Kecamatan penengahan kabupaten lampung Selatan Propinsi Lampung kurang bagus, terutama untuk pembelajaran Akhlak
Rendahnya moral dari para siswa dalam kehidupan sehari-sehari adalah akibat dari kurang efektivnya proses belajar mengajar dalam bidang Pembelajaran Aqidah Akhlak. Siswa-siswi lostkontrol dalam kehidupanya, mereka bisa terjebak dalam dunia hitam, yang sekarang dijadikan sebagai trend gaya hidup baru, mereka tidak melihat bagaimana masa depan kehidupannya nanti, sungguh ironis memang ketika sekarang penyalahgunaan obat-obat terlarang semakin marak dinegeri kita, apalagi baru-baru ini pihak kepolosian berhasil membongkar tempat diproduksinya barang haram tersebut.
Berdasarkan latar belakang masalah tersebut di atas, maka penulis akan mengadakan penelitian dan membahas skripsi yang berjudul, “Efektivitas Pembelajaran AKHLAK di Madrasah Ibtidaiyah Matlaul Falah Desa Waykalam Kecamatan penengahan kabupaten lampung Selatan Propinsi Lampung”, dengan Alasan sebagai berikut :
- Karena Pembelajaran Akhlak merupakan dasar dari ajaran –ajaran tentang tatakrama kehidupan manusia yang harus dikuasai oleh seluruh pemeluk agama Islam.
- Karena efektivitas dari pembelajaran Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah Matlaul Falah Desa Waykalam Kecamatan penengahan kabupaten lampung Selatan Propinsi Lampung masih kurang maksimal atau belum tercapai sesuai target yang telah dicanangkan sebelumnya.
- Karena kualitas pendidikan yang dihasilkan kurang bagus.
- Karena penulis merupakan Kepala Sekolah di Madrasah Ibtidaiyah Matlaul Falah Desa Waykalam Kecamatan penengahan kabupaten lampung Selatan Propinsi Lampung.
- Karena lokasi penelitian letaknya dekat dengan tempat tinggal penulis.
- IDENTIFIKASI MASALAH
- Pencapaian target kurikulum.
- Daya serap siswa
- Presensi guru dan siswa
- Prestasi belajar siswa
- PEMBATASAN DAN PERUMUSAN MASALAH
Berdasarkan identifikasi masalah diatas maka penulis melakukan pembatasan masalah karena mengingat terlalu banyaknya permasalahan yang timbul, dan agar penelitian lebih mendalam dan terfokus, adapun pada penelitian ini hanya akan membahas tentang Efektivitas Pembelajaran Akhlak di Madrasah Ibtidaiyah Matlaul Falah Desa Waykalam Kecamatan penengahan kabupaten lampung Selatan Propinsi Lampung
Dari pembatasan masalah di atas maka penulis merumuskan beberapa permasalahan sebagai berikut:
- Sejauh mana efektivitas pembelajaran akhlak di Madrasah Ibtidaiyah Matlaul Falah Desa Waykalam Kecamatan penengahan kabupaten lampung Selatan Propinsi Lampung bisa tercapai ?
- Bagaimana pencapaian target kurikulum, Daya serap siswa., Presensi guru dan siswa., dan Prestasi belajar siswa yang dicapai dalam pembelajaran akhlak di Madrasah Ibtidaiyah Matlaul Falah Desa Waykalam Kecamatan penengahan kabupaten lampung Selatan Propinsi Lampung ?
- TUJUAN DAN SIGNIFIKANSI (KEBERMAKANAAN) PENELITIAN
Adapun yang menjadi tujuan dan manfaat dari penelitian ini adalah :
- untuk mrngetahui efektivitas pembelajaran Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Teras Bendung Kragilan Serang Banten terhadap kehidupan sehari-hari para siswa dan siswinya.
- Untuk mengetahui pencapaian target kurikulum yang dilakukan sekolah dalam meningkatkan akhlak anak didik di Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Teras Bendung Kragilan Serang Banten
- Ingin membuktikan sejauh mana efektivitas pembelajaran Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Teras Bendung Kragilan Serang Banten.
- Ingin membuktikan pencapaian target kurikulum, daya serap, presensi (kehadiran) dari pada guru, presensi dari pada siswa, dan prestasi belajar pendidikan Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Teras Bendung Kragilan Serang Banten.
- Bagi penulis sebagai persyaratan memperoleh gelar Sarjana Strata Satu (S.Pd.I)
- Bagi tempat penelitian agar dapat dijadikan sebagai salah satu bahan acuan dalam rangka peningkatan kualitas pendidikan di lingkungan Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Teras Bendung Kragilan Serang Banten pada khususnya dan di lembaga pendidikan lain pada umumnya.
- Bagi STAI Shalahuddin Al-Ayyubi Jakarta agar dapat dijadikan sebagai sample penelitian bagi mahasiswa yang akan melakukan penelitian.
- untuk mengetahui efektivitas pembelajaran Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Teras Bendung Kragilan Serang Banten.
- Hasil penelitian ini dapat dijadikan informasi bagi para pendidik dalam menerapkan dan mengetahui faktor-faktor apa saja yang menjadi efektivitas pembelajaran Akhlak di Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Teras Bendung Kragilan Serang Banten.
- SISTEMATIKA PENULISAN
Skripsi ini dirumuskan menjadi lima bab dengan sistematika penulisan sebagai berikut:
- BAB I. Merupakan pendahuluan yang memuat tentang latar belakang masalah, identifikasi masalah, pembatasan dan perumusan masalah, tujuan dan signifikansi (kebermaknaan) penelitian, dan sistematika penulisan
- BAB II. Merupakan Landasan teori yang memuat tentang deskripsi teori, kerangka berfikir, dan hipotesis.
- BAB III. Merupakan kerangka metodologis yang meliputi Metode penelitian, populasi sampel dan teknik penarikan sampel, instrumentasi penelitian, tekhnik pengumpulan data, tekhnik analisa data, .
- BAB IV. Merupakan hasil dari penelitian, yang terdiri dari deskripsi MTS. Al-Hidayah Teras Bendung, deskripsi karakteristik responden, penyajian analisa data, interpretasi hasil penelitian.
- BAB V. Merupakan penutup, yang meliputi tentang kesimpulan dan rekomendasi
- Daftar pustaka dan lampiran
|
LANDASAN TEORI PENELITIAN
- A. Deskripsi Teori
- 1. Efektivitas
- Pengertian Efektivitas
- 1. Efektivitas
|
Efektivitas berasal dari bahasa inggris yaitu Effective yang berarti berhasil, tepat atau manjur.[7] Efektivitas menunjukan tingkat tercapainya suatu tujuan, suatu usaha dikatakan efektif jika usaha itu mencapai tujuannya. Secara ideal efektivitas dapat dinyatakan dengan ukuran-ukuran yang agak pasti, misalnya usaha X adalah 60% efektif dalam mencapai tujuan Y.[8]
Di dalam kamus bahasa Indonesia Efektivitas berasal dari kata efektif yang berarti mempunyai efektif, pengaruh atau akibat, atau efektif juga dapat diartikan dengan memberikan hasil yang memuaskan.[9] Dari uraian diatas dapat dijelaskan kembali bahwa efektivitas merupakan keterkaitan antara tujuan dan hasil yang dinyatakan, dan menunjukan derajat kesesuaian antara tujuan yang dinyatakan dengan hasil yang dicapai.
- Kriteria Efektivitas Pembelajaran
1). Kurikulum
Kurikulum berasal dari bahasa latin yaitu “cuciculum”semula berarti “a running course, or race cource, especially a chariot race cource” dan dalam bahasa perancis “courier” yang berarti “to run” (berlari). Kemudian istilah itu dipergunakan untuk sejumlah “cource” atau mata pelajaran yang harus ditempuh untuk mencapai suatu gelar atau ijazah.[10]
Smith memandang bahwa kurikulum sebagai “a sequence of potencial experience of disciplining children and youth in group ways of thinking acting” yaitu penekanannya pada aspek sosial, yakni mendidik anak menjadi anggota masyarakat.[11] Dari uraian diatas telah jelas bahwa kurikulum adalah sejumlah mata pelajaran yang harus dicapai/diselesaikan oleh peserta didik untuk mendapatkan ijazah (STTB).
Sebelum abad ke 20 setelah kurikulum belum banyak digunakan dalam kontek pendidikan. Para ahli mencatat bahwa konsep-konsep tentang kurikulum mulai berkembang sejak dipublikannya sebuah buku yang berjudul “The Curriculum” yang ditulis oleh Franklin Bobblilt pada tahun 1918.[12] Yang pada garis besarnya berisi tentang kurikulum sebagai rencana pelajaran atau bahan ajaran, kurikulum sebagai pengalaman belajar dan kurikulum sebagai rencana belajar.
2). Daya Serap
Didalam kamus besar bahasa Indonesia, daya serap diartikan sebagai kemampuan seseorang atau suatu menyerap.[13] Daya serap yang di maksud disini adalah kemampuan siswa untuk menyerap atau menguasai materi/bahan ajar yang di pelajarinya sesuai dengan bahan ajar tersebut yang meliputi:
a) Efektivitas kurikulum Pendidikan Agama Islam
Efektivitas kurikulum Pendidikan Agama Islam dapat digambarkan yaitu merupakan poroses belajar mengajar yang membahas tentang bahan ajar Pendidikan Agama Islam dengan segenap komponen yang ada termasuk didalamnya metode yang digunakan agar siswa dapat mengembangkan kemampuan memahami, menghayati dan mengamalkan kehidupan sehari-hari melalui materi Al-Qur’an dan hadits, Aqidah, akhlakul karimah, Fiqh dan Tarikh Islam.
b) Daya Serap Terhadap Materi Pelajaran
Daya serap merupakan sejauh mana pemahaman peserta didik terhadap mata pelajaran yang diajarkan oleh seorang guru dalam Peroses Kegiatan Belajar Mengajar. Pemahaman ini juga banyak faktor yang mempengaruhinya seperti, minat siswa terhadap mata Pelajaran Pendidikan Agama Islam, lingkungan yang kondusif, bahkan guru mata pelajaran Pendidikan Agama Islam yang bersahabat dengan siswa.
c) Evaluasi Hasil Belajar
Kegiatan evaluasi atau menilai hasil-hasil dari belajar siswa merupakan tindak lanjut dari semua rangkaian aktivitas pembelajaran. Evaluasi ini bermaksud untuk mengetahui sejauh mana siswa memahami dan menyerap materi pelajaran yang telah diberikan oleh seorang guru dalam melaksanakan tugas belajar di kelas.
Kegiatan evaluasi ini tentu akan menjadi pedoman baik untuk guru atau siswa, dimana akan terlihat dengan jelas letak kekurangan-kekurangan yang ada, sehingga akan menjadi tolak ukur dan perbaikan untuk masa yang akan datang.
3). Presensi Guru dan Murid
Secara bahasa Presensi berarti kehadiran.[14] Di di lingkungan Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Teras Bendung Kragilan Serang Banten guru merupakan orang yang membimbing dan memberikan contoh kepada siswanya. Gamblangnya jika guru tidak hadir di sekolah untuk memberikan materi pelajaran, maka secara logis siswa juga tidak hadir disekolah, karena guru telah mencontohkan hal yang tidak baik. Secara matematis guru di lingkungan Madrasah Tsanawiyah Al-Hidayah Teras Bendung Kragilan Serang Banten dalam melakukan atau memberikan materi bahan ajarnya lebih banyak melakukan pertemuan sesuai dengan jadwal atau jika di persenkan sebesar 95.67% tatap muka. Ini dibuktikan dengan adanya tanda tangan kehadiran pada daftar hadir guru.
Kemudian siswanyapun secara keseluruhan kehadiran disekolah untuk melakukan pembelajaran 89.33% aktif. Jadi dengan demikian presensi atau kehadiran antara siswa dan guru sangat baik sekali.
4). Prestasi Belajar
Secara bahasa prestasi adalah hasil yang telah di capai (dari yang telah dikerjakan atau dilakukan).[15] Sedangkan belajar itu sendiri adalah suatu peroses aktivitas yang dapat membawa perubahan pada individu,[16] dan prestasi belajar adalah penguasaan pengetahuan atau keterampilan yang dikembangkan oleh mata pelajaran lainnya ditunjukan dengan tes atau angka nilai yang diberikan guru[17]
Dengan demikian seseorang telah mengalami peroses aktifitas belajar mengajar akan mengalami perubahan tingkah laku, baik dari segi pengetahuan, keterampilan maupun dari segi lainnya. Proses belajar mengajar tidak hanya dilakukan didalam kelas saja yaitu intraksi antara guru dengan siswa dalam situasi pendidikan atau lembaga sekolah saja, akan tetapi lebih dari itu masyarakat pun merupakan lahan pendidikan yang kadang dilupakan oleh banyak orang.
Dalam dunia pendidikan belajar merupakan proses terjadinya interaksi antara guru dengan siswa yang memiliki tujuan sebagai target yang harus dicapai dalam proses belajar mengajar. Menurut Sudirman dkk, bahwa “isi rumusan tujuan dalam pendidikan harus bersifat komprehensif. Artinya mengandung aspek pengetahuan, sikap dan keterampilan”[18] Ketiga aspek tersebut dalam istilah pendidikan dikenal sebagai Taksonomi Bloom yang meliputi tiga matra yaitu :
a) Ranah (matra) Kognitif/intelektual yang terdiri atas pengetahuan, pemahaman, aplikasi,analisis dan evaluasi
b) Ranah (matra) Afektif/sikap yang meliputi atas penerimaan respon,organisasi,evaluasi dan memberi sifat (karakter)
c) Ranah (matra) Psikomotorik/keterampilan melalui pentahapan imitasi,spekulasi,prosisi,artikulasi dan naturalisasi.[19]
Dari ketiga matra tersebut diatas dapat ditentukan bahwa keberhasilan/prestasi belajar harus diukur oleh ketiga matra tersebut. Jika ketiga matra tersebut salah satunya belum terukur maka prestasi belajar siswa tersebut masih perlu diuji kembali..
Dari uraian tersebut diatas telah jelas bahwa prestasi belajar merupakan pengukuran tingkah laku baik dari segi pengetahuan, keterampilan maupun dari segi lainnya.
- 2. Pembelajaran
- Pengertian pembelajaran
Pada kenyataannya pembelajaran adalah merupakan proses kegiatan belajar mengajar yang dilakukan dimana saja tanpa ada ruang dan waktu, karena memang pembelajaran biasa dilakukan kapan saja dan dimana saja, walaupun banyak orang beranggapan bahwa pembelajaran hanya dilakukan disekolah atau lembaga tertentu.
Dari uaraian diatas maka dapat ditarik benang merahnya yaitu pembelajaran merupakan kegiatan perubahan tingkah laku secara kognitif, afektif dan psikomotorik.
b. Dasar-dasar Tujuan Pembelajaran
Pendidikan adalah suatu proses dalam rangka mempengaruhi siswa agar dapat menyesuaikan diri sebaik mungkin terhadap lingkungannya dan dengan demikian akan menimbulkan perubahan dalam dirinya yang memungkinkannya untuk berfungsi secara adekuat dalam kehidupan masyarakat.[21] Adapun dasar-dasar tujuan pembelajaran ialah:
1). UUD Negara Republik Indonesia Tahun 1945, yaitu Alinea keempat yang berbunyi “Mencerdaskan kehidupan bangsa”
2). Berfungsi mengembangkan kemampuan dan membentuk watak serta peradaban bangsa yang bermartabat dalam rangka mencerdaskan kehidupan bangsa, bertujuan untuk berkembangnya potensi peserta didik agar menjadi manusia beriman dan bertaqwa kepada Allah SWT, berakhlak mulia, sehat, berilmu, cakap, kreatif, mandiri dan menjadi warga negara yang demokratis serta bertanggung jawab.[22]
- 3. Akhlak
- Pengertian Akhlak
Baik kata akhlaq atau khuluq kedua-duanya dapat dijumpai di dalam al Qur’an, sebagai berikut:
y7¯RÎ)ur 4n?yès9 @,è=äz 5OÏàtã
Artinya :“Dan sesungguhnya engkau (Muhammad) benar-benar berbudi pekerti yang Agung.” (Q.S. Al-Qalam, 68:4).[24]
Sedangkan menurut pendekatan secara terminologi, berikut ini beberapa pakar mengemukakan pengertian akhlak sebagai berikut:
1). Ibn Miskawaih
Bahwa akhlak adalah keadaan jiwa seseorang yang mendorongnya untuk melakukan perbuatan-perbuatan tanpa melalui pertimbangan pikiran lebih dahulu.
2). Imam Al-Ghazali
Akhlak adalah suatu sikap yang mengakar dalam jiwa yang darinya lahir berbagai perbuatan dengan mudah dan gampang, tanpa perlu kepada pikiran dan pertimbanagan. Jika sikap itu yang darinya lahir perbuatan yang baik dan terpuji, baik dari segi akal dan syara’, maka ia disebut akhlak yang baik. Dan jika lahir darinya perbuatan tercela, maka sikap tersebut disebut akhlak yang buruk.[25]
3). Prof. Dr. Ahmad Amin
Sementara orang mengetahui bahwa yang disebut akhlak ialah kehendak yang dibiasakan. Artinya, kehendak itu bila membiasakan sesuatu, kebiasaan itu dinamakan akhlak. Menurutnya kehendak ialah ketentuan dari beberapa keinginan manusia setelah imbang, sedang kebiasaan merupakan perbuatan yang diulang-ulang sehingga mudah melakukannya, Masing-masing dari kehendak dan kebiasaan ini mempunyai kekuatan, dan gabungan dari kekuatan itu menimbulkan kekuatan yang lebih besar. Kekuatan besar inilah yang bernama akhlak. [26]
Jika diperhatikan dengan seksama, tampak bahwa seluruh definisi akhlak sebagaimana tersebut diatas tidak ada yang saling bertentangan, melainkan saling melengkapi, yaitu sifat yang tertanam kuat dalam jiwa yang nampak dalam perbuatan lahiriah yang dilakukan dengan mudah, tanpa memerlukan pemikiran lagi dan sudah menjadi kebiasaan.
Jika dikaitkan dengan kata Islami, maka akan berbentuk akhlak Islami, secara sederhana akhlak Islami diartikan sebagai akhlak yang berdasarkan ajaran Islam atau akhlak yang bersifat Islami. Kata Islam yang berada di belakang kata akhlak dalam menempati posisi sifat. Dengan demikian akhlak Islami adalah perbuatan yang dilakukan dengan mudah, disengaja, mendarah daging dan sebernya berdasarkan pada ajaran Islam. Dilihat dari segi sifatnya yang universal, maka akhlak Islami juga bersifat universal.[27]
Dari definisi di atas dapat ditarik kesimpulan bahwa dalam menjabarkan akhlak universal diperlukan bantuan pemikiran akal manusia dan kesempatan social yang terkandung dalam ajaran etika dan moral. Menghormati kedua orang tua misalnya adalah akhlak yang bersifat mutlak dan universal. Sedangkan bagaimana bentuk dan cara menghormati oarng tua itu dapat dimanifestasikan oleh hasil pemikiran manusia.
Jadi, akhlak islam bersifat mengarahkan, membimbing, mendorong, membangun peradaban manusia dan mengobati bagi penyakit social dari jiwa dan mental, serta tujuan berakhlak yang baik untuk mendapatkan kebahagiaan di dunia dan akhirat.
Dengan demikian akhlak Islami itu jauh lebih sempurna dibandingkan dengan akhlak lainnya. Jika aklhak lainnya hanya berbicara tentang hubungan dengan manusia, maka akhlak Islami berbicara pula tentang cara berhubungan dengan binatang, tumbuh-tumbuhan, air, udara dan lain sebagainya. Dengan cara demikian, masing masing makhluk merasakan fungsi dan eksistensinya di dunia ini.
- Sumber dan Macam-macam Akhlak
Persoalan “akhlak” didalam Islam banyak dibicarakan dan dimuat dalam al-Hadits sumber tersebut merupakan batasan-batasan dalam tindakan sehari-hari bagi manusia ada yang menjelaskan artibaik dan buruk. Memberi informasi kepada umat, apa yang mestinya harus diperbuat dan bagaimana harus bertindak. Sehingga dengan mudah dapat diketahui, apakah perbuatan itu terpuji atau tercela, benar atau salah.Kita telah mengetahui bahwa akhlak Islam adalah merupakan sistem moral atau akhlak yang berdasarkan Islam, yakni bertititk tolak dari aqidah yang diwahyukan Allah kepada Nabi atau Rasul-Nya yang kemudian agar disampaikan kepada umatnya. Akhlak Islam, karena merupakan sistem akhlak yang berdasarkan kepada kepercayaan kepada Tuhan, maka tentunya sesuai pula dengan dasar dari pada agama itu sendiri. Dengan demikian, dasar atau sumber pokok daripada akhlak adalah al-Qur’an dan al-Hadits yang merupakan sumber utama dari agama itu sendiri.[28] Pribadi Nabi Muhammad adalah contoh yang paling tepat untuk dijadikan teladan dalam membentuk kepribadian. Begitu juga sahabat-sahabat Beliau yang selalu berpedoman kepada al-Qur’an dan as-Sunah dalam kesehariannya. Beliau bersabda:
Artinya :
Dari Anas bin Malik r.a. berkata, bahwa Nabi saw bersabda,”telah ku tinggalkan atas kamu sekalian dua perkara, yang apabila kamu berpegang kepada keduanya, maka tidak akan tersesat, yaitu Kitab Allah dan sunnah Rasulnya.[29]
Dengan demikian tidak diragukan lagi bahwa segala perbuatan atau tindakan manusia apapun bentuknya pada hakekatnya adalah bermaksud mencapai kebahagiaan, sedangkan untuk mencapai kebahagiaan menurut sistem moral atau akhlak yang agamis (Islam) dapat dicapai dengan jalan menuruti perintah Allah yakni dengan menjauhi segala larangannya dan mengerjakan segala perintahnya, sebagaimana yang tertera dalam pedoman dasar hidup bagi setiap muslim yakni al-Qur’an dan al-Hadits.
2). Macam-macam Akhlak
a) Akhlak Al-Karimah
Akhlak Al-karimah atau akhlak yang mulia sangat amat banyak jumlahnya, namun dilihat dari segi hubungan manusia dengan Tuhan dan manusia dengan manusia, akhlak yang mulia itu dibagi menjadi tiga bagian, yaitu:
(1). Akhlak Terhadap Allah
Akhlak terhadap Allah adalah pengakuan dan kesadaran bahwa tiada Tuhan selain Allah. Dia memiliki sifat-sifat terpuji demikian Agung sifat itu, yang jangankan manusia, malaikatpun tidak akan menjangkau hakekatnya.
(2). Akhlak terhadap Diri Sendiri
Akhlak yang baik terhadap diri sendiri dapat diartikan menghargai, menghormati, menyayangi dan menjaga diri sendiri dengan sebaik-baiknya, karena sadar bahwa dirinya itu sebgai ciptaan dan amanah Allah yang harus dipertanggungjawabkan dengan sebaik-baiknya. Contohnya: Menghindari minuman yang beralkohol, menjaga kesucian jiwa, hidup sederhana serta jujur dan hindarkan perbuatan yang tercela.
(3). Akhlak terhadap sesama manusia
Manusia adalah makhluk social yang kelanjutan eksistensinya secara fungsional dan optimal banyak bergantung pada orang lain, untuk itu, ia perlu bekerjasama dan saling tolong-menolong dengan orang lain. Islam menganjurkan berakhlak yang baik kepada saudara, Karena ia berjasa dalam ikut serta mendewasaan kita, dan merupakan orang yang paling dekat dengan kita. Caranya dapat dilakukan dengan memuliakannya, memberikan bantuan, pertolongan dan menghargainya. Jadi, manusia menyaksikan dan menyadari bahwa Allah telah mengaruniakan kepadanya keutamaan yang tidak dapat terbilang dan karunia kenikmatan yang tidak bisa dihitung banyaknya, semua itu perlu disyukurinya dengan berupa berzikir dengan hatinya.[30] Sebaiknya dalm kehidupannya senantiasa berlaku hidup sopan dan santun menjaga jiwanya agar selalu bersih, dapt tyerhindar dari perbuatan dosa, maksiat, sebab jiwa adalah yang terpenting dan pertama yang harus dijaga dan dipelihara dari hal-hal yang dapat mengotori dan merusaknya. Karena manusia adalah makhluk sosial maka ia perlu menciptakan suasana yang baik, satu dengan yang lainnya saling berakhlak yang baik.
b) Akhlak Al-Mazmumah
Akhlak Al-mazmumah (akhlak yang tercela) adalah sebagai lawan atau kebalikan dari akhlak yang baik seagaimana tersebut di atas. Dalam ajaran Islam tetap membicarakan secara terperinci dengan tujuan agar dapat dipahami dengan benar, dan dapat diketahui cara-cara menjauhinya. Berdasarkan petunjuk ajaran Islam dijumpai berbagai macam akhlak yang tercela, di antaranya:
(1). Berbohong
Ialah memberikan atau menyampaikan informasi yang tidak sesuai dengan yang sebenarnya.
(2). Takabur (sombong)
Ialah merasa atau mengaku dirinya besar, tinggi, mulia, melebihi orang lain. Pendek kata merasa dirinya lebih hebat.
(3). Dengki
Ialah rasa atau sikap tidak senang atas kenikmatan yang diperoleh orang lain.
(4). Bakhil atau kikir
Ialah sukar baginya mengurangi sebagian dari apa yang dimilikinya itu untuk orang lain.
Sebagaimana diuraikan di atas maka akhlak dalam wujud pengamalannya di bedakan menjadi dua: akhlak terpuji dan akhlak yang tercela. Jika sesuai dengan perintah Allah dan rasulnya yang kemudian melahirkan perbuatan yang baik, maka itulah yang dinamakan akhlak yang terpuji, sedangkan jika ia sesuai dengan apa yang dilarang oleh Allah dan rasulnya dan melahirkan perbuatan-perbuatan yang buruk, maka itulah yang dinamakan akhlak yang tercela.
- Manfaat Mempelajari Ilmu Akhlak.
Dengan berakhlak baik maka kita bisa dapat menghargai dan juga pastinya dihargai oleh masyarakat umum, maka sangat bermanfaat ilmu akhlak ini bila kita bisa memperbaiki lebih baik mungkin banyak kekurangan-kekurangan dalam berakhlak baik, dan kita bisa lebih paham bagai mana akhlak yang di terima oleh Allah SWT, maka dari pelajaran akhlak ini bukan hanya dalam perbuatan tetapi keikhlasan hati tulus ini salah satu yang utama dalam mempelajari ilmu akhlak yang baik.
- B. Kerangka Berfikir
- C. Hipotesis
|
KERANGKA METODOLOGIS
- METODE PENELITIAN
|
Untuk lebih akurat dan tepat dalam penulisan penelitian ini, penulis juga melakukan survei secara langsung baik dengan cara mencari penjelasan informasi data dengan wawancara secara langsung dengan dewan guru maupun dengan mengamatinya.
- POPULASI, SAMPEL, DAN TEKNIK PENARIKAN SAMPEL
Adapun mengenai penentuan besarnya sampel, maka penulis berpedoman pada pendapat Winarno Surakhmad, yaitu : “… bila populasi cukup homogen terhadap populasi dibawah 100 dapat dipergunakan sampel sebesar 50 % dan diatas seratus sebesar 15 %. Untuk jaminan ada baiknya sampel selalu ditambah sedikit lagi dari jumlah matematik tadi.[34]
Populasi pada penelitian ini sebanyak 48 siswa, dan bertolak pada pendapat diatas maka sampel yang akan diambil adalah 50 % dari 48, yaitu 50 % x 48 = 24. Jadi sampel pada penelitian ini berjumlah 24 siswa. Dengan menggunakan teknik sampel Random atau sistem acak.
- INSTRUMENTASI PENELITIAN
- TEKNIK PENGUMPULAN DATA
- Observasi.
- Angket (Kuesioner)
A, diberi nilai 5
B, diberi nilai 4
C, diberi nilai 3
D, diberi nilai 2
E, diberi nilai 1
- Wawancara
- Dokumentasi.
- tes
- TEKNIK ANALISA DATA
|
HASIL PENELITIAN
- DESKRIPSI MTs AL-HIDAYAH TERAS BENDUNG
- Sejarah Singkat
|
- Struktur Organisasi
TABEL 1
BAGAN STRUKTUR ORGANISASI MTs AL-HIDAYAH TERAS BENDUNG
- Data Guru
TABEL 2
DAFTAR NAMA GURU DAN TATA USAHA
MTs AL-HIDAYAH TERAS BENDUNG KRAGILAN SERANG BANTEN
| NO | NAMA GURU | TTL | PENDIDIKAN TERAKHIR | TUGAS MENGAJAR |
| 1 | M. Khudamarrokhman, S.Pd | Serang, 15/03/1976 | S1 | KEPSEK |
| 2 | Sanuri | Serang, 08/08/1962 | SLTA | Fiqih |
| 3 | Ahmad Baihaqi, A.Ma | Serang, 16/10/1979 | D2 | B. Arab |
| 4 | H. Sugiman, S.Pd | Bantul, 29/12/1954 | S1 | BK |
| 5 | Syarif, S.Pd | Tasikm, 03/02/1962 | S1 | B.Indonesia |
| 6 | Koswara, S.Pd | Tasikm, 10/09/1963 | S1 | PKn |
| 7 | Sueb, S.Pd | Serang, 14/10/1962 | S1 | IPS |
| 8 | Edi, A.Ma | Serang, 18/02/1987 | D2 | Penjas |
| 9 | Eli, A.Ma | Serang, 20/03/1987 | D2 | Qur`an Hadist |
| 10 | Husen Sidad | Serang, 20/05/1974 | SLTA | Nahu Shorof |
| 11 | Sulaeman, M.Pd | Serang, 28/04/1972 | S2 | IPA |
| 12 | Suri`ah | Serang, 14/02/1978 | SLTA | B. Inggris |
| 13 | Fathonah, A.Ma | Serang, 10/08/1985 | D2 | SBK |
| 14 | Ela Sulastri, A.Ma | Serang, 06/04/1983 | D2 | B. Indonesia |
| 15 | Juhrotul Uyun, A.Ma | Serang, 15/11/1984 | D2 | TIK |
| 16 | Napisah, A.Ma | Serang, 15/03/1984 | D2 | IPS |
| 17 | Heli Sumyati, A.Ma | Serang, 12/11/1984 | D2 | SKI |
| 18 | Neneng Titi Mulyati | Serang | SLTA | - |
| 19 | Masdin | Serang | SLTA | Penjaga |
| 20 | Jahuri | Serang | SLTA | Penjaga |
- Data Siswa
TABEL 3
DAFTAR KEADAAN SISWA DAN SISWI
MTs AL-HIDAYAH TERAS BENDUNG KRAGILAN SERANG BANTEN
| No. | Kelas | JUMLAH Siswa | Jumlah | |
| Laki-laki | Perempuan | |||
| 1 | VII | 25 | 36 | 61 |
| 2 | VIII | 13 | 35 | 48 |
| 3 | XI | 13 | 33 | 46 |
| Jumlah | 51 | 104 | 155 | |
- Sarana dan Prasarana
- Perlengkapan Sekolah atau Fasilitas atau sarana dan prasarana yang dimiliki oleh MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten
2). Ruang Kelas = 4 Ruang
3). Ruang Guru = 1 Ruang
4). WC/MCK = 1 Ruang
5). Meja Kantor = 35Buah
6). Meja Siswa = 310 Buah
7). Kursi Kantor = 35 Buah
8). Kursi Siswa = 310 Buah
9). Lemari Kelas = 3 Buah
10). Rak Kantor = 4 Buah
11). Perpustakaan = 1 Ruang
12). Ruang OSIS = 1Ruang
13). Kantin = 1 Ruang
14). Tempat Olah Raga = 3 Tempat
15). Mushola = 1 Ruang
- Kondisi tanah dan bangunan yang dimiliki oleh MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten
2). Luas Tanah = 400 M2
3). Luas Bangunan = 280 M2
4). Luas Tanah Yang Masih Belum Digunakan = 120 M2
- Kegiatan Belajar Mengajar
Selain menjalankan kegiatan kurikuler, MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten juga melaksanakan kegiatan ekstra kurikuler sebagai pembekalan kepada para siswa untuk lebih mampu menghadapi persaingan positif di dunia pendidikan dan agar dapat berdampingan dengan sekolah lain yang mungkin lebih maju. Kegiatan ekstra kurikuler tersebut adalah
- Visi, Misi, dan Tujuan Madrasah
- Visi
- Misi
2). Membentuk sumber daya manusia yang cerdas, sktif, kreatif, inovatif yang sesuai dengan perkembangan zaman.
3). Membangun citra madrasah yang baik dan bermutu sebagai mitra terpercaya di masyarakat.
- Tujuan
2). Siswa cerdas intelektual, emosional dan spiritual serta sehat jasmani dan rohani.
3). Siswa memiliki dasar-dasar pengetahuan, kemampuan dan keterampilan untuk melanjutkan pendidikan kejenjang yang lebih tinggi.
4). Siswa berprestasi baik dibidang akademik maupun di bidang non akademik.
5). Siswa kreatif, trampil, bekerja dan belajar sepanjang masa untuk dapat mengembangkan diri secara terus menerus.
- DESKRIPSI KARAKTERISTIK RESPONDEN
- Penyajian Analisa Data
- Penyajian Data
- Pencapaian Target Kurikulum
- Penyajian Data
1). Akhlak terpuji
2). Adab bertetangga
3). Adab terhadap orang tua
4). Prilaku Hidup
5). Sopan Santun
Berikut adalah tabel data tentang pencapaian target kurikulum pelajaran MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten
TABEL 4
PENCAPAIAN TARGET KURIKULUM
| No | Pokok Bahasan | Tercapai (%) | Belum Tercapai (%) | Prosentase (%) |
| 1 | Akhlak terpuji | 80 | 20 | 100 |
| 2 | Adab bertetangga | 85 | 15 | 100 |
| 3 | Adab terhadap orang tua | 80 | 20 | 100 |
| 4 | Prilaku Hidup | 82 | 18 | 100 |
| 5 | Sopan Santun | 80 | 20 | 100 |
| Jumlah | 407 | 93 | 500 | |
| Rata-rata | 81.4 | 18.6 | 100 | |
Dari tabel diatas dapat kita peroleh bahwa terget kurikulum secara menyeluruh dari semua indikator yang telah diajukan kepada siswa menunjukan bahwa siswa dan siswi memahami tentang Akhlak terpuji sebesar 80 %, untuk pengetahuan tentang Adab bertetangga, para siswa mampu menorehkan nilai sebesar 85 %, Adab terhadap orang tua sebesar 80%, Prilaku Hidup sebesar 82 %, Sopan Santun sebesar 80 %, Jadi rata-rata nilainya mencapai 81.4 %. Jadi angka ini menujukan bahwa pencapaian target kurikulum sudah dikatakan baik dan hanya 18.6 % saja yang belum bisa memenuhi sasaran yang telah ditetapkan oleh pihak sekolah.
- Daya Serap
TABEL 5
DAYA SERAP SISWA TERHADAP PELAJARAN AKHLAK
| No | Pokok Bahasan | Tercapai (%) | Belum Tercapai (%) | Prosentase (%) |
| 1 | Akhlak terpuji | 85 | 15 | 100 |
| 2 | Adab bertetangga | 82 | 18 | 100 |
| 3 | Adab terhadap orang tua | 83 | 17 | 100 |
| 4 | Prilaku Hidup | 80 | 20 | 100 |
| 5 | Sopan Santun | 82 | 18 | 100 |
| Jumlah | 412 | 88 | 500 | |
| Rata-rata | 82.4 | 17.6 | 100 | |
Dari tabel diatas menunjukan bahwa materi yang diserap siswa pada pokok pembahasan diatas menujukan bahwa Akhlak terpuji 85 %, untuk pengetahuan tentang Adab bertetangga, para siswa mampu menorehkan nilai sebesar 82 %, Adab terhadap orang tua sebesar 83%, Prilaku Hidup sebesar 80 %, Sopan Santun sebesar 82 %, jadi nilai rata-rata untuk daya serap siswa adalah sebesar 82.4 %, sisanya sebesar 17.6 % belum mampu untuk menyerap apa yang sudah para guru ajarkan.
- Presensi Guru
TABEL 6
PRESENSI GURU DALAM PELAJARAN AKHLAK
| No. | Bulan dan Tahun | Hadir (%) | Absen (%) | Prosentase (%) |
| 1 | September 2009 | 95 | 5 | 100 |
| 2 | Oktober 2009 | 98 | 2 | 100 |
| 3 | Nopember 2009 | 95 | 5 | 100 |
| 4 | Desember 2009 | 92 | 8 | 100 |
| 5 | Januari 2010 | 94 | 6 | 100 |
| 6 | Februari 2010 | 100 | 0 | 100 |
| Jumlah | 574 | 26 | 600 | |
| Rata-rata | 95.67 | 4.33 | 100 | |
Tabel ini menunjukan bahwa kehadiran guru MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten sangat baik dilihat dari nilai rata-rata yang diperoleh, yaitu 95.67 % guru aktif melakukan tatap muka dengan para siswa. Data ini diambil dari daftar hadir guru yang ada pada papan statistik sekolah. Dengan hasil seperti ini, siswa diharapkan akan lebih banyak memberoleh ilmu dari guru yang mengajarkannya, sehingga bisa mendongkrak prestasi belajarnya.
- Presensi Siswa
TABEL7
PRESENSI SISWA DALAM PELAJARAN AKHLAK
| No. | Bulan dan Tahun | Hadir (%) | Absen (%) | Prosentase (%) |
| 1 | September 2009 | 93 | 7 | 100 |
| 2 | Oktober 2009 | 93 | 7 | 100 |
| 3 | Nopember 2009 | 96 | 4 | 100 |
| 4 | Desember 2009 | 89 | 11 | 100 |
| 5 | Januari 2010 | 85 | 15 | 100 |
| 6 | Februari 2010 | 80 | 20 | 100 |
| Jumlah | 536 | 64 | 600 | |
| Rata-rata | 89.33 | 10.67 | 100 | |
Kehadiran siswa pada kurun waktu 6 bulan terakhir menunjukan 89.33 % yang berarti aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar dan 10.67 % yang tidak aktif dalam pelaksanaan kegiatan belajar mengajar hal tersebut disebabkan siswa ada yang sakit, ada acara keluarga, dan lain sebagainya.
- Prestasi Belajar
TABEL 8
PRESTASI BELAJAR SISWA TERHADAP PELAJARAN AKHLAK
| Nomor Responden | Nilai | Nomor Responden | Nilai | |
| 1 | 83 | 13 | 81 | |
| 2 | 85 | 14 | 82 | |
| 3 | 81 | 15 | 75 | |
| 4 | 75 | 16 | 83 | |
| 5 | 80 | 17 | 80 | |
| 6 | 85 | 18 | 85 | |
| 7 | 75 | 19 | 85 | |
| 8 | 80 | 20 | 80 | |
| 9 | 75 | 21 | 75 | |
| 10 | 80 | 22 | 75 | |
| 11 | 75 | 23 | 82 | |
| 12 | 81 | 24 | 81 | |
| Jumlah | 955 | Jumlah | 964 | |
| Jumlah | 955+964 | 1919 | ||
| Rata-rata | 79,96 | |||
Tabel diatas menunjukan bahwa prestasi belajar siswa terhadap mata pelajaran Aqidah Akhlak sangat baik, yaitu mencapai nilai rata-rata 7.96.
- Analisa Data
- Pencapaian target kurikulum Pembelajaran Akhlak adalah sebesar 81.4 % tercapai dan sisanya sekitar 18.6 % belum tercapai.
- Daya serap siswa dalam mengikuti proses Pembelajaran Akhlak adalah sebesar 82.6 % , sedangkan 17.6 % belum mampu untuk menyerap mata pelajaran Akhlak
- Kehadiran guru dibilang sangat baik karena hanya 4.33 % saja guru yang tidak hadir, sisanya 95.67 % aktif melakukan tatap muka dengan siswa
- Kehadiran siswa cukup baik karena 89.33 % aktif mengikuti kegiatan belajar mengajar Akhlak, sedangkan 10.67 % mangkir atau tidak bisa mengikuti kegiatan belajar mengajar Aqidah Akhlak.
- Hasil prestasi belajar siswa yang dicapai adalah 79.96, ini merupakan hasil yang sangat baik. Prestasi atau hasil belajar merupakan dambaan semua orang baik guru atau siswa itu sendiri, bahkan orang tuapun mengharapkan hal itu.
TABEL 10
ANALISA DATA TENTANG EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN AQIDAH AKHLAK
| No. | Indikator Efektivitas Pembelajaran Aqidah Akhlak | Nilai |
| 1 | Pencapaian Target Kurikulum | 81.4 |
| 2 | Daya Serap | 82.6 |
| 3 | Presensi Guru | 95.67 |
| 4 | Presensi Siswa | 89.33 |
| 5 | Prestasi hasil Belajar | 79.96 |
| Jumlah | 428.96 | |
| Nilai Efektivitas Pembelajaran Akhlak | 85.80 | |
- Interpretasi Hasil Penelitian
TABEL 11
TABEL KATEGORI KETERANGAN NILAI PEMBELAJARAN AKHLAK
| No. | Nilai Efektivitas | Kategori |
| 1 | 90 % – 100 % | Istimewa |
| 2 | 80 % – 89 % | Sangat Baik |
| 3 | 70 % -79 % | Baik |
| 4 | 60 % – 69 % | Cukup |
| 5 | < 59 % | kurang |
Proses efektivitas pembelajaran Akhlak yang penulis teliti di MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten secara keseluruhan sudah mencapai hasil yang sangat baik, walaupun masih banyak kendala yang harus diselesaikan. Adapun sarana yang ada masih bisa dimanfaatkan dengan baik
|
PENUTUP
- Kesimpulan
- Efektivitas pembelajaran Akhlak di MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten, termasuk dalam kategori sangat baik, terbukti dari tugas-tugas yang diberikan untuk mata pelajaran Akhlak dapat dikerjakan sesuai dengan waktu yang sudah ditentukan dan mereka sebagian besar dapat mengerjakan tugas dengan baik.
- Prestasi belajar siswa dalam mata pelajaran Akhlak diperoleh nilai rata-rata 79.96 hal tersebut menunjukan bahwa kemampuan belajar siswa sangat baik
- Berdasarkan analisa teradapat gambaran tentang KBM pelajaran Akhlak di MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten yang baik, dikarenakan KBM yang sudah berjalan seperti yang diharapkan dan juga banyaknya siswa yang memahami akan pelajaran Akhlak
- Dari data diatas penulis menyimpulkan bahwa efektivitas pembelajaran Akhlak di MTs Al-Hidayah Terasbendung Kragilan Serang Banten sudah Sangat Baik.
|
- Rekomendasi
- Kegiatan siswa disekolah waktunya sangat terbatas, agar siswa memiliki wawasan yang luas, maka perlu adanya pendisiplinan diri untuk banyak belajar dirumah atau diluar waktu sekolah.
- Perlunya peningkatan kualitas guru agar dapat menjalankan tugasnya dengan baik dan dapat tercapainya tujuan pembelajaran.
- Hendaknya para siswa mampu dan mengenal serta memahami strategi pembelajaran yang diterapkannya.
- Keterbatasan sarana dan prasarana serta alat pembelajaran yang dimiliki oleh sekolah bukanlah sebagai penghalang dalam kegiatan pembelajaran.
- Kepala sekolah hendaknya selalu melakukan koordinasi, musyawarah, untuk mencapai mufakat yang menguntungkan semua pihak bila ada kebijakan-kebijakan maka musyawarah adalah jalan terbaik.
- Pihak sekolah harus lebih giat lagi untuk melengkapi sarana dan prasaran seperti buku mata pelajaran, agar siswa lebih aktif dan kreatif dalam belajar.
DAFTAR PUSTAKA
Abuddin Nata,Prof. Dr. H., Akhlak Tasawuf, (Jakarta: PT. Raja Grafindo Persada, 2003), Cet ke-5
Al-Abrasyi, M. Athiyah, Dasar-dasar Pokok Pendidikan Islam, Jakarta : Bulan Bintang, 1979
Al-Syaibany, Omar M. Al-Toumi, Syaibany, Filsafat Pendidikan Islam, Jakarta : Bulan Bintang, 1979
Al-Qardhawi, M.Yusup, Pendidikan Islam dan Madrasah Hasan Al-Banna, terj.
Bustami A. Gani dan Zainal Abidin Ahmad, Jakarta : Bulan Bintang, 1980
An-Nahlawi, Abdurrahman, Prinsip-prinsip dan Metode Pendidikan dalam Keluarga, di Sekolah dan di Masyarakat, (Terjemah Drs.Herry Noer Ali), Bandung : CV. Diponegoro, 1989
Anshari, Endang Saifuddin, Pokok-pokok Pemikiran Tentang Islam, Jakarta : Usaha Interprise, 1976
Arifin, H.M.Prof. M.Ed., Ilmu Pendidikan Agama Islam, Bumi Aksara : 1991
Bukhari, Imam, Hadist Shahih Bukhari, Beirut : Daar al-Fikr, tth.
Darajat, Zakiah, Ilmu Pendidikan Islam, Jakarta : Bumi Aksara, 2000, Cet. Ke-4
____________, Metodik Khusus Pengajaran Agama Islam, Jakarta : Bumi Aksara,1995
Depag RI, Al-Qur`an dan Terjemahannya, Jakarta : Penyelenggara Penterjemah/Penafsir Al-Qur`an, 1979
Depag RI, Al-Qur`an dan Terjemahannya, Semarang : Toha Putra, 1989
Departemen Pendidikan dan Kebudayaan, Kamus Besar Bahasa Indonesia, Jakarta : Balai Pustaka, 1995, Cet. Ke-2
Fattah, Nur Amin H.Drs.M.M., dan Alinurdin, M.Pd.I., Khulasoh Ulumul Hadist, Jakarta : Lembaga Pendidikan Pelita Umat, 2004
Hamalik, Oemar, Kurikulum dan Pembelajaran, Jakarta : Bumi Aksara, 2007, Cet. Ke-6
Ihsan, Hamdani, et al., Filsafat Pendidikan Islam, Bandung : Pustaka Setia, 1998
Khalaf, Abdul Wahab, Ilmu Ushul Al-Fiqh, Beirut : Daar Al-Fikr, 1978
Langgulung, Hasan Prof. Dr., Beberapa Pemikiran Tentang Pendidikan Islam, Bandung : Al-Ma`arif, 1980
Marimba, Ahmad D., Pengantar Filsafat Pendidikan Islam, Bandung : Al-Ma`arif, 1974, Cet. Ke-3
MPR-RI 1993, Ketetapan-ketetapan MPR-RI 1993, Beserta Susunan Kabinet Pembangunan, Semarang : Aneka Ilmu, 1993
Mujib, Abdul, dan Muhaimin, Pemikiran Pendidikan Islam, Kajian Filosofik dan Kerangka Dasar Operasionalnya, Bandung : Trigenda Karya, 1993
Mulyasa, E., Kurikulum Berbasis Kompetensi, Bandung : Remaja Rosdakarya, 2003
Muslim no. 1437, Ahmad no. 17598, Daarimi no. 1511
Nata, Abuddin, Filsafat Pendidikan Islam I, Jakarta : Logos Wacana Ilmu, 1997
NK, Rustiah, Masalah-masalah Ilmu Keguruan, Jakarta : Bumi Aksara, 1989
Purwanto, Ngalik, Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktek, Bandung : Rosdakarya, 1998
Rifa`i, H.Moh.,Ilmu Fiqih Islam Lengkap, Semarang : Karya Toha Putra, 1978
Sa`adulah, M.Ag, Pengembangan Kurikulum, Jakarta : Lembaga Pendidikan Pelita Umat, 2004
Sudirman, et al., Ilmu Pendidikan, Bandung : Remaja Rosdakarya, 1992
Uhbiyati, Nur, Ilmu Pendidikan Islam, Bandung : Pustaka Setia, 2005, Cet. Ke-3
DAFTAR RIWAYAT HIDUP
Penulis dilahirkan pada tanggal 15 April 1987 di Serang. Anak ke 1 dari 3 bersaudara dari pasangan Bapak Embay Bukhari dengan Ibu Rumsiah,
Adapun jenjang pendidikan yang telah ditempuh antara lain : Sekolah Dasar Negeri (SDN) Teras Bendung 4 di Kragilan Serang lulus pada tahun 1999, kemudian melanjutkan kemadrasah tsanawiyah Al-Hidayah Teras Bendung Kragilan kemudian lulus pada tahun 2002, selanjutnya melanjutkan ke SMA Al-Furqon, lulus tahun 2005, kemudian melanjutkan kesalah satu perguruan tinggi di Serang, tapi Drop Out karena faktor waktu yang terbentur dengan aktivitas pekerjaan sang penulis, Penulis juga aktif dalam berbagai kegiatan organisasi disekolah, dan terakhir penulis melanjutkan kuliah di sekolah tinggi Agama Islam Shalahuddin Al-Ayyubi (STAISA) Jakarta, jurusan Tarbiyah
Demikian riwayat hidup ini di buat dengan sebenarnya, agar menjadi maklum adanya
KATA PENGANTAR
Assalamu`alaikum Wr.Wb.
Al-Hamdulillah, segala puji dan syukur kami panjatkan kehadirat Allah SWT. atas segala limpahan Rahmat, dan Hidayahnya kepada penulis sehingga dapat menyelesaikan tugas akhir sarjana ini. Shalawat dan salam semoga dilimpahkan kepada Nabi Muhammad SAW. Rosulallah terakhir yang diutus dengan membawa syari`ah yang mudah, penuh rahmat, dan membawa keselamatan dalam kehidupan dunia akhirat.
Skripsi ini berjudul “EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN AKHLAK DI MADRASAH TSANAWIYAH AL-HIDAYAH TERAS BENDUNG KRAGILAN SERANG BANTEN ” yang diajukan untuk memenuhi salah satu syarat dalam memperoleh gelar Sarjana Pendidikan Agama Islam (S.Pd.I) di sekolah tinggi Agama Islam Shalahuddin Al-Ayyubi (STAISA) Jakarta pada fakultas tarbiyah
Ketika penulis menyusun skripsi ini, tidak dapat terlepas dari bantuan berbagai pihak, baik berupa moril maupun materil, untuk itu pada kesempatan ini penulis menyampaikan penghargaan yang setinggi-tingginya dan ucapan terima kasih yang sedalam-dalamnya kepada :
- Ibu Dra. Hj. Siti Ma`rifah, SH. MM. sebagai Rektor STAI Shalahuddin Al-Ayyubi Jakarta yang telah memberikan pembinaan kepada Dosen dan Mahasiswa.
- Bapak Drs. H. Moh. Ya`kub, MMPd sebagai pembimbing I yang telah memberikan bimbingan dan arahan dalam mengerjakan tugas akhir, pemberi semangat, serta meluangkan waktunya untuk memberikan penjelasan dikala penulis tidak mengerti
- Bapak Drs. Ramanto, M.Pd. sebagai pembimbing II yang baik dan sabar serta selalu memberikan bimbingan, dorongan dan semangat kepada penulis.
- Bapak Dody Lesmana S.Ag dan Ibu Mala S.Pd. I selaku koordinator STAI Shalahuddin Al-Ayyubi Jakarta kampus Cilegon.
- Bapak/Ibu seluruh Dosen STAI Shalahuddin Al-Ayyubi Jakarta terima kasih atas batuannya kepada penulis.
- Saudaraku, adik-adiku yang tercinta. Terima kasih atas doa, dan dukungan serta bantuannya yang telah memberikan semangat sampai tugas akhir ini dapat terselesaikan.
- Buat temen-temen kampus STAI Shalahuddin Al-Ayyubi Jakarta, dan rekan-rekan kerja yang telah memberikan saran dan kritik serta bantuannya kepada penulis.
Penulis menyadari bahwa dalam tugas akhir ini masih terdapat kekurangan dan jauh dari sempurna, hal ini di sebabkan karena keterbatasan pengalaman serta pengetahuan penulis, untuk itu saran dan kritik yang sifatnya membangun penulis sangat harapkan demi kesempurnaan tugas akhir ini untuk dikemudian hari. Semoga tugas akhir ini bermanfaat bagi penulis khususnya dan pihak lain umumnya yang membacanya.
|
ABSTRAK
Kurotul Ainiah, Nomor Pokok 200711744 : EFEKTIVITAS PEMBELAJARAN AKHLAK DI MADRASAH TSANAWIYAH AL-HIDAYAH TERAS BENDUNG KRAGILAN SERANG BANTEN. Efektivitas adalah pengaruh yang ditimbulkan atau disebabkan oleh adanya suatu kegiatan tertentu untuk mengetahui sejauh mana tingkat keberhasilan yang dicapai dalam setiap tindakan yang dilakukan, berkaitan dengan terlaksananya semua tugas pokok, tercapainya tujuan, ketepatan waktu, dan adanya partisipasi aktif dari anggota. Dalam penelitian ini yang menjadi masalah, bagaimana efektivitas pembelajaran akhlak di MTs Al-Hidayah Teras Bendung Kragilan Serang Banten ?
Penelitian ini bertujuan untuk mengetahui sejauh mana efektivitas pembelajaran akhlak di MTs Al-Hidayah Teras Bendung Kragilan Serang Banten, dan untuk mengetahui pencapaian target kurikulum, daya serap, presensi guru, presensi siswa, dan prestasi belajar akhlak di MTs Al-Hidayah Teras Bendung Kragilan Serang Banten.
Penelitian ini bertolak dari motivasi belajar meliputi segenap ranah psikologis yang berubah sebagai akibat pengalaman dari proses belajar siswa Penelitian ini menggunakan metode populasi dan sampel, teknik pengumpulan data meliputi observasi, wawancara, dokumentasi, serta analisa data. Dengan demikian analisa penelitian ini disamping menganalisa konsep, juga menganalisis realitas yang terjadi dilapangan dengan menggunakan prinsip logika deduktif dan induktif. Hasil penelitian disusun dalam bentuk skripsi.
Kesimpulan dari penelitian ini bahwa efektivitas pembelajaran akhlak di MTs Al-Hidayah Teras Bendung Kragilan Serang Banten masuk dalam kategori sangat efektif.
DAFTAR ISI
HALAMAN JUDUL ……………………………………………………………………….. i
LEMBAR PERSETUJUAN PEMBIMBING ……………………………………… ii
LEMBAR PENGESAHAN PANITIA UJIAN …………………………………… iii
ABSTRAK ……………………………………………………………………………………… iv
PERSEMBAHAN …………………………………………………………………………… vi
MOTTO ………………………………………………………………………………………… vii
KATA PENGANTAR ……………………………………………………………………… viii
DAFTAR ISI ………………………………………………………………………………….. x
BAB I PENDAHULUAN
- Latar Belakang Masalah ……………………………………………… 1
- Identifikasi Masalah ……………………………………………………. 6
- Pembatasan dan Perumusan Masalah …………………………….. 7
- Tujuan Dan Signifikansi Penelitian ………………………………. 7
- Sistematika Penulisan …………………………………………………… 9
BAB II LANDASAN TEORI PENELITIAN
- Deskripsi teori
- 1. Efektivitas
- Pengertian Efektivitas ……………………………………… 11
- Kriteria Efektivitas Pembelajaran ………………………. 12
- 2. Pembelajaran
- Pengertian Pembelajaran ………………………………….. 18
- Dasar-dasar Tujuan Pembelajaran ……………………… 19
- 1. Efektivitas
- 3. Akhlak
- Pengertian Akhlak ……………………………….. 20
- Sumber-sumber Dan Macam-macam Akhlak …….. 23
- Manfaat Mempelajari Ilmu Akhlak ……………………. 28
- Kerangka Berfikir ……………………………………………………….. 29
- Hipotesis …………………………………………………………………… 31
- Metode Penelitian…………………………………………………………. 32
- Populasi, Sampel, dan Penarikan Sampel…………………………. 33
- Instrumentasi Penelitian…………………………………………………. 34
- Teknik Pengumpulan Data …………………………………………….. 34
- Teknik Analisa Data ……………………………………………………… 36
BAB IV HASIL PENELITIAN
- Deskripsi MTs Al-Hidayah Teras Bendung ……………………. 37
- Deskripsi Karakteristik Responden ……………………………….. 44
- Penyajian Analisa Data ………………………………………………… 44
- Interpretasi Hasil Penelitian …………………………………………. 52
BAB V PENUTUP
- Kesimpulan ……………………………………………………………….. 54
- Rekomendasi ……………………………………………………………… 55
DAFTAR RIWAYAT HIDUP …………………………………………….. 58
LAMPIRAN-LAMPIRAN
[1]
Umar baradza, Bimbingan Akhlak Bagi Putra-putri Anda-2, (Surabaya:
Pustaka Progressip, 1992)., hal. 1
[2]
Jalaludin Al-Syuyuti, Al-Shaghir, ( Beirut, Dar Al-ikri,
tanpa tahun), jilid 1, h. 103
[3]
A.Qodri A.Azizy, Pendidikan Agama Untuk Membangun Etika Sosial,
(Semarang: Aneka Ilmu, 2003), hal. 81
[4]
H.A Hafidz Dasuki. dkk, Al-Quran dan
terjemahnya Departemen Agama RI, (Demak: PT. Tanjung Mas Inti
Semarang, 1992), hal. 421
[5]
H.A Hafidz Dasuki, dkk Op.Cit.
hal. 1064
[6]
Muhammad Rabbi Muhammad Jauhari, Akhlaquna, terjemahan.
Dadang Sobar Ali, (Bandung : Pustaka Setia, 2006), hal. 109
[7] S. Wojowasito dkk, Kamus Lengkap (Inggris-Indonesia, Indonesia
Inggris),Bandung, HASTA, 1980), h. 49.
[8] Hasan Shadily, Ensiklopedia Indonesia, (V.2
PT Ikhtiar Baru Van Houve: Jakarta), h.883
[9] DEPDIKBUD, Kamus Besar Bahasa Indonesia, (Jakarta
: Balai Pustaka, 1999), h. 371
[10] Sa`dullah, M.Ag, Pengembangan Kurikulum, (Lembaga
Pendidikan Pelita Umat), h. 1
[11] Ibid, h. 2
[12] Ibid, h.2
[13] DEPDIKBUD Op cit, h. 318
[14] Ibid, h. 1088
[15] Rustiyah NK, Masalah-masalah Ilmu Keguruan, (Jakarta:
Bina Aksara, 1989), h. 141
[16] Ibid, h. 787
[17] Ibid, h. 787
[18] Drs. Sudirman dkk, Ilmu Pendidikan (Bandung:
Remaja Rosdakarya, 1992), h. 18
[19] Ibid, h. 18
[20] Ngalim Purwanto, Ilmu Pendidikan Teoritis dan Praktek,
(Bandung: Remaja Rosdakarya, 1998), h. 11
[21] Oemar Hamalik, Proses Belajar Mengajar, (Jakarta:
Bumi Aksara, 2003), h. 79
[22] Dirjen Pendidikan Islam, Undang-Undang dan
Peraturan Pemerintah RI tentang Pendidikan, (Jakarta:
Depag RI 1993), H. 8
[23] Zahruddin AR. Pengantar Ilmu Akhlak, (Jakarta: PT. Raja
Grafindo Persada, 2004), Cet ke-1, h. 1
[24], Departemen Agama Republik Indonesia, Al-Qur’an dan Terjemah
(Jakarta: CV. Toha Putra Semarang, 1989), h. 960
[25] Prof. Dr. H. Moh. Ardani, Akhlak Tasawuf, (
PT. Mitra Cahaya Utama, 2005), Cet ke-2, h. 29
[26] Zahruddin AR. Pengantar Ilmu Akhlak, (Jakarta: PT. Raja
Grafindo Persada, 2004), Cet ke-1, h. 4-5
[27] Prof. Dr. H. Abuddin Nata, Akhlak Tasawuf, (Jakarta: PT.
Raja Grafindo Persada, 2003), Cet ke-5, h. 147
[28] Mustofa, H. A. Akhlak Tasawuf, (Bandung: CV Pustaka
Setia, 1997), Cet ke-2, h. 149
[29] Mustofa, H. A. Op.cit ,h.149-150
[30]Prof. Dr. H. Moh. Ardani, Akhlak Tasawuf, ( PT. Mitra
Cahaya Utama, 2005), Cet ke-2,h.49-57
[31] An-Nawawy, Riyadhus-Shalihin.
(Beirut 1887). h.176
[32]
Depdikbud ,Kamus besar Bahasa Indonesia.
(Jakarta : Balai Pustaka, 1995), h. 364
[33]
Ibid, h. 418
[34] Winanrno Surakhmad Penelitian Ilmiah, (Bandung : Tarsito,
1998), h. 100.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar